Setangkai Lily untuk Ning Nahla
Karya Siti Aisyah
Desain Sampul: Wawan
Lay out: Maulid
Editor: Fina Laila
Cetakan ke-1, September 2022
Diterbitkan oleh Penerbit Shafiyah Publisher
(CV. Shafiyah Publisher)
Pondok Pesantren Shafiyah, Jln. Ali Sakti No.9 Dsn. Sidomulyo,
Gitik, Rogojampi, Banyuwangi 68462
Telp/WA 082245108901
Email: ShafiyahPublisher@gmail.com

Kata siapa, setelah cinta pertama menoreh luka, lantas tak ada lagi harapan sejatinya cinta ? Kata siapa, setelah bertemu orang yang salah lalu hidup juga kalah?Kata siapa, tidak ada yang dapat menggantikan cinta pertama? Kata siapa, seorang perempuan yang dipandang sebelah mata, dia tidak berhak mendapatkan cinta dan ketulusan? Kata siapa, seorang anak lelaki, yang terlahir dari pembuat gula aren dan seorang nelayan tidak bisa menjadi orang besar?
Kata siapa? Itu semua salah.
Yang pernah terluka, dia pastas bahagia. Yang dipandang sebelah mata, dia pantas dicinta. Yang pernah kehilangan, dia berhak mendapatkan pergantian. Begitupun, ia yang terlahir bukan dengan nasab mulia, berkesempatan memuliakan masa depannya. Dengan akhlak, ketulusan dan perjuangan. Tirakat bersanding dengan keberkahan.
Tentang seorang Ning Nahla Ahwa Salsabila,
Yang harus merasakan pedihnya kehidupan rumah tangga bersama Gus Azka Izzul Ma’la. Berluka, berlara dan berjuang dengan keikhlasannya.
Tentang seorang Aly Achmad Dzulkarnain
Seorang putra nelayan, yang bangga dengan identitasnya, istiqamah dengan kesantriannya, dan mulian dengan akhlaknya. Laki-laki yang menjadikan kebahagian istrinya sebagai harga dirinya.
Ning Nahla bukanlah cinta pertama Aly,
Aly, bukankah lelaki yang pertama Ning Nahla
Dan semesta mempertemukan mereka dengan segala dimensi restunya.
___
Untuk perempuan,
Yang ingin bangkit setelah berada dititik terendah bahkan direndahkan.
Untuk laki-laki,
Yang berjuang memuliakan orang tuanya, dan memuliakan istrinya
Untuk seorang Ibu,
Yang ingin Nirakat putranya.
Selamat membaca.
