Izinkan Aku Jadi Imammu, Ning! — Cinta, Iman, Persahabatan, dan Pengorbanan Menuju RidhoNya (Jilid 1 & 2)

Maiia Azzahra

Alia Maliha Rahman, putri tunggal Kyai Haji Rahman, memiliki satu mimpi besar: kuliah di Turki. Namun, takdir berkata lain saat Abahnya menjodohkannya dengan Dr. Alfarabi, M.A., seorang ahli hadits dari Kudus yang baru ia kenal selama beberapa minggu.Di tengah kebimbangan, Alia diajak umroh sekeluarga besar ke Tanah Suci. Namun di Madinah, Abah wafat secara mendadak. Sebelum menghembuskan napas terakhir, beliau berwasiat agar Alia melanjutkan hubungannya dengan Alfarabi, hingga diputuskan mereka berdua harus menikah di depan jenazah Abah.Maka dimulailah pernikahan yang tidak pernah ia bayangkan. Alfarabi mengucapkan ijab kabul diiringi isak tangis keluarga besar, sementara Alia hanya bisa pasrah.Namun, pernikahan tersebut tidak berjalan mulus. Alfarabi menyimpan luka yang dalam; dokter ahli jiwa mendiagnosa dirinya mengidap Borderline Personality Disorder yang membuatnya sering marah tanpa sebab. Alia berusaha bertahan dan berjuang, hingga akhirnya sebuah kejadian memaksanya memilih: bertahan atau menyelamatkan diri?Di belahan dunia lain, Fahreza, lelaki yang mencintainya dalam diam, sedang menunggu. Ia menyiapkan bekal mimpi yang dulu pernah Alia ceritakan. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Alia harus memutuskan: apakah cinta sejati cukup untuk menyembuhkan luka, atau haruskah dia belajar mencintai dirinya sendiri terlebih dahulu?

“Cinta bukan tentang kesempurnaan. Tapi tentang memaafkan dan komitmen kuat untuk tetap bersama, meski luka masih menganga.”

14,8x21cm

Rp. 115.000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *